Posts

Showing posts from November, 2019

3 Keadaan Fi'il Mudhaari - Pelajaran 22 Durusul Lughah 2

Image
Pelajaran ke-22 dalam buku Durusul Lughah jilid 2 ini adalah merupakan sebuah review atau pengulangan (muraja'ah) pelajaran fi'il mudhari yang mu'rab. ' Seperti yang kita ketahui bahwa fi'il mudhari yang mu'rab ada dalam tiga keadaan, yaitu: 1. Mudhaari' marfuu' 2. Mudhaari' manshuub 3. Mudhaari' majzuum Apa hal-hal yang membuat keadaan fi'il mudhaari' menjadi manshuub, majzuum, atau marfuu' telah kita pelajari dalam materi pelajaran sebelumnya. Lihat pelajaran huruf jazm dan contohnya   dan huruf nashab beserta contohnya Pada kesempatan ini, kita hanya muraja'ah tiga keadaan fi'il mudhaari tersebut beserta tanda atau alamatnya. حالات المضارع الثلاث (tiga keadaan fi'il mudhari') Untuk mereview atau menghafal alamat mudhaari yang marfu', manshub, atau majzum, silakan lihat gambar di bawah. Gambar di atas terdapat pada buku durusul lughah jilid 2 yaitu pada pelajaran ke-22. Di s...

Murajaah Jumlah Ismiyyah & Fi'liyyah - Pelajaran 21 Durusul Lughah 2

Image
Setelah mengetahui tiga jenis kata (3 jenis kalimah) dalam bahasa Arab , maka kita lanjutkan dengan review jumlah ismiyyah dan jumlah fi'liyyah . Hal yang perlu menjadi perhatian adalah: Istilah jumlah dalam bahasa Arab berarti kalimat dalam bahasa Indonesia, yaitu gabungan beberapa kata yang mempunyai arti. Istilah kalimah dalam bahasa Arab berarti kata dalam bahasa Indonesianya. Untuk selanjutnya, saya akan menulis kalimat dengan jumlah. الجُمْلَةُ الاِسْمِيَّةُ (jumlah ismiyyah) تبدأ بالاسم, تتكوّن من مبتدأ وخبر Jumlah ismiyyah adalah jumlah (atau kalimat) yang dimulai dengan isim. Jumlah ismiyyah terdiri dari mubtada (مبتدأ) dan khabar (خبر). Contoh jumlah ismiyyah : الْوَلَدُ خَرَجَ (al-waladu kharaja). Penjelasan: - Jumlah dimulai dengan kata al-waladu. - al-waladu adalah isim, sehingga jumlah di atas adalah jumlah ismiyyah. - al-waladu adalah mubtada', sedangkan kharaja adalah khabar. - khabar bisa isim, syibhul jumlah (yang me...

3 Jenis Kata dalam Bahasa Arab - Pelajaran 21 Durusul Lughah 2

Image
Pada pelajaran ke-21 dalam kitab Durusul lughah jilid 2, kita akan mereview kembali tentang jenis kata (jenis kalimah) dalam bahasa Arab. Materi pelajaran ini sudah kita pelajari pada bab perbedaan jenis kata antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia . أَقْسَامُ الْكَلِمَةِ (aqsaamul kalimati) أَقْسَامُ الْكَلِمَةِ artinya adalah bagian-bagian kata atau jenis-jenis kata. Dalam bahasa Arab, jenis kata terbagi menjadi tiga, yaitu: 1. الاِسْمُ (isim) لَهُ مَعْنًى وَلَيْسَ لَهُ زَمَنٌ (lahu ma'naa walaisa lahu zamanun). Isim adalah kata benda. Ia mempunyai arti, namun ia tidak mempunyai zaman (tidak terikat dengan waktu). Contoh :  محَمَّدٌ , قَلَمٌ , مُجْتَهِدٌ 2. الْفِعْلُ (fi'il) Fi'il adalah kata kerja. لَهُ مَعْنًى وَلَهُ زَمَنٌ (lahu ma'naa, walahu zamanun). Ia mempunyai arti dan juga mempunyai waktu (terkait dengan waktu). Fi'il terbagi menjadi tiga, yaitu: a. الْمَاضِى (al-maadhii): terkait dengan waktu yang lampau (past t...

Tanda majzuum fi'il mudhari - Pelajaran 21 Durusul Lughah 2

Image
Kita telah mempelajari alamat marfuu' dan manshub pada fi'il mudhaari', di pelajaran ke-21 buku Durusul lughah jilid 2 ini kita akan belajar tentang alamat majzuum nya fi'il mudhari. Seperti yang telah kita pelajari bersama, fi'il mudhari yang mu'rab ada tiga keadaan, yaitu marfuu', manshuub, dan majzuum. Pada bab ini, kita fokus mempelajari tanda atau alamat majzum beserta contoh huruf jazm yaitu لَمْ dan لَمَّا  (lam dan lammaa). Pembagian fi'il mudhaari berdasarkan huruf akhirnya Berdasarkan huruf akhirnya, fi'il mudhari terbagi menjadi lima, yaitu: 1. الْمُضَارِعُ الصَّحِيْحُ الأَخِرُ (shahihul akhir). Contoh : يَشْرَبُ (yasyrabu). 2. الأَفْعَالُ الْخَمْسَةُ (af'alul khamsah). Af'alul khamsah adalah fi'il mudhari yang wazannya adalah: يَفْعَلاَنِ تَفْعَلاَنِ يَفْعَلُوْنَ تَفْعَلُوْنَ تَفْعَلِيْنَ 3. الْمُضَارِعُ الْمُعْتَلُ الأَخِرُ : و (mu'talul akhir : waw) Contoh :  يَدْعُو (yad'uu) 4...

Kam | ahaduhumaa | dzuu - Pelajaran 20 Durusul Lughah 2

Image
Kita masih belajar materi pelajaran ke-20 pada kitab Durusul lughah jilid 2. Setelah mengetahui alamat marfuu, manshub, dan majrur pada isim mutsanna , kita akan sedikit murajaah tentang kaidah كَمْ (kam), mempelajari kaidah kata أَحَدُهُمَا (ahaduhumaa) dan آخَرُ (aakhar), dan menguatkan kaidah ذُو (dzuu) dan ذَاتُ (dzaatu). Kaidah كَمْ (kam) 1. كَمْ (kam) adalah kata untuk bertanya tentang "berapa" atau banyaknya sesuatu. 2. isim setelah كَمْ (isim yang ditanya banyak/jumlahnya) dalam keadaan manshuub. Lihat contoh kalimat yang menggunakan كَمْ pada gambar di bawah. Dari gambar di atas, ayah bertanya kepada Basyir yaitu bertanya berapa surat yang Basyir hafal. Bahasa Arabnya adalah كَمْ سُوْرَةً حَفِظْتَ يَا بَشِيْرُ ؟  (kam suuratan hafizhta yaa Basyiir), yang artinya berapa surat yang kamu hafal wahai Basyir? suuratan adalah isim atau benda yang ditanya jumlahnya, letaknya sesudah كَمْ . Oleh karena itu, isim ini dalam keadaan manshuub. Adapun ta...

Tanda marfuu manshuub majruur isim mutsanna - Pelajaran 20 Durusul Lughah 2

Image
Setelah mempelajari tanda atau alamat marfuu', manshuub, dan majruur pada isim mufrad (kata benda yang tunggal), maka pada pelajaran ke-20 di kitab Durusul lughah jilid 2 ini kita akan mempelajari tanda-tanda tersebut pada isim mutsanna (kata benda yang dual). Pengenalan  isim mutsanna (الْمُثَنَّى) Di dalam bahasa Indonesia, kata benda hanya mengenal dua bentuk saja, yaitu kata benda tunggal dan kata benda jamak. Pun begitu dalam bahasa Inggris, kata benda yang tunggal disebut singular , sedangkan kata benda jamak disebut plural . Bahasa Arab adalah bahasa yang indah. Ia mengenal kata benda tunggal (isim mufrad), kata benda dual (isim mutsanna), dan kata benda jamak (isim jama'). Kita ulang ya, lihat tulisan di bawah: - المُفْرَدُ (al-mufrad) = tunggal. - الْمُثَنَّى (al-mutsannaa) = dual. - الْجَمْعُ (al-jam'u) = jamak. Pada pelajaran duapuluh, kita akan fokus kepada isim mutsannaa. Isim dhamir untuk mutsanna Dari gambar di atas, kit...

Jenis Penafian pada fi'il - Pelajaran 19 Durusul Lughah 2

Image
Kita masih dalam pelajaran 19, dan kali ini kita akan menyimpulkan materi pelajaran kesembilanbelas ini, yaitu jenis-jenis penafian pada fi'il . Kesimpulan jenis penafian (kalimat negatif) pada fi'il madhi dan mudhari dapat dilihat pada gambar yang terdapat dalam kitab durusul lughah jilid dua pelajaran ke-19 ini. Lihat gambar di bawah. Summary jenis penafian pada fi'il 1. Penafian fi'il maadhi dengan huruf nafi مَا (maa) Contoh: مَا كَتَبْتُ الدَّرْسَ (maa katabtu ad-darsa). Artinya: Saya tidak menulis pelajaran. 2. Penafian fi'il mudhari dengan huruf nafi لاَ (laa) Contoh: - لاَ أَشْرَبُ الْقَهْوَةَ (laa asyrabu al-qahwata) Artinya : Saya tidak minum kopi. - لاَ أَذْهَبُ إِلَى السُّوقِ الآنَ (laa adzhabu ilaa as-suuqi al-aana) Artinya : Saya tidak pergi ke pasar sekarang. 3. Penafian fi'il mudhari dengan لَنْ Tentang hal ini telah kita pelajari pada pelajaran huruf nashab لَنْ pada fi'il mudhaari' . Contoh ...

Huruf nashab lan pada fi'il mudhari - Pelajaran 19 Durusul Lughah 2

Image
Saya telah menjelaskan salah satu contoh huruf nashab pada fi'il mudhaari' pada pelajaran 17 lalu. Sekarang kita akan mengetahui contoh lainnya huruf yang membuat fi'il mudhari menjadi manshuub. Sebelum kita melihat huruf nashab tersebut, ada baiknya kita mengulang kembali pelajaran tentang tanda atau alamat manshub pada fi'il mudhaari. Alamat manshuub pada fi'il mudhari 1. fi'il mudhari shahihul akhir. Tanda manshuubnya adalah فَتْحَةٌ (fat-hah). Contoh : لَنْ يَشْرَبَ  (lan yasyraba). 2. Fi'il mudhari yang termasuk af'alul khamsah. Tanda manshubnya adalah حَذْفُ النُّون (hadzfun nuun). Contoh: لَنْ تَذْهَبَا  (lan tadzhabaa) 3. Fi'il mudhari mu'talul akhir (و) Tanda manshubnya adalah فَتْحَةٌ ظَاهِرَةٌ (fat-hah zhaahirah) Contoh : لَنْ يَدْعُوَ 4. Fi'il mudhari mu'talul akhir (ي) Tanda manshuubnya adalah فَتْحَةٌ ظَاهِرَةٌ (fat-hah zhaahirah) Contoh : لَنْ يَهْدِيَ  (lan yahdiya) 5. Fi'i...

an dan laa nafiyah & huruf jar kaf tasybiih - Pelajaran 18 Durusul Lughah 2

Image
Kita masih dalam pelajaran ke-18 dari kitab durusul lughah jilid 2. Ada sedikit materi lagi yang perlu kita selesaikan pada bab 18 ini, yaitu : huruf ك (kaf) yang membuat isim menjadi majruur, dan أَلاَّ (allaa) yang berasal dari أَنْ لاَ (an laa). Namun sebelum itu, ada baiknya kita murajaah pelajaran sebelumnya agar lebih memantapkan pemahaman. الأدوات الناصبة (huruf-huruf yang membuat nashab) Ada banyak huruf yang membuat fi'il mudhaari menjadi manshuub. Ada dua yang telah kita pelajari yaitu أَنْ  (an), dan لام كي (laam kay atau lam ta'liil). أَنْ (an) أَنْ  tidak mempunyai arti yang khusus, ia berfungsi sebagai pemisah dua fi'il. Fi'il setelah أَنْ menjadi manshub. Contohnya : - أَنْ ada diantara fi'il أُرِيْدُ dan fi'il lain. Misal: أَنَا أُرِيْدُ أَنْ أَذْهَبَ (anaa uriidu an adzhaba). Dalam kalimat ini uriidu dan adzhaba ada diantara أَنْ. - antara نَسِيَ dan fi'il lain. Misal : نَسِيْتُ أَنْ أَقُولَ لَكَ شَيْئًا...

Huruf nashab & tanda manshuub pada af'alul khamsah - Pelajaran 18 Durusul Lughah 2

Image
Pada pelajaran 18 dari kitab Durusul Lughah jilid dua ini, kita akan mempelajari tanda manshub fi'il mudhari yang termasuk dalam kelompok af'alul khamsah (الأَفْعَلُ الخَمْسَة) Sebelum membahas af'alul khamsah, mari kita mengulangi pelajaran sebelumnya agar lebih paham lagi tentang fi'il mudhari yang manshub dan penyebabnya. Huruf yang membuat nashab fi'il mudhari Salah satu huruf nashab yang membuat fi'il mudhari menjadi manshub adalah huruf lam (لام). Huruf nashab lainnya yang telah kita pelajari adalah أَنْ (an). Pada pelajaran lalu kita mempelajari laamu kay (atau lam ta'liil), yaitu ekspresi dalam bahasa Arab untuk menyatakan "untuk" atau "supaya", dan أَنْ (an). Contohnya: Saya datang untuk belajar. Bahasa Arabnya: جِئْتُ لِأَتَعَلَّمَ (ji'tu li ata'allama). Alamat/Tanda manshub pada fi'il mudhaari' Di bawah ini adalah tanda-tanda manshub fi'il mudhari: 1. Untuk fi'il mudhari y...