Posts

Showing posts from December, 2019

Definisi Kalam - al mumti fii syarhil ajurrumiyyah

Image
Penulis kitab al-aajurruumiyyah menulis pertama kali dengan menjelaskan tentang definisi kalaam. Definisi Kalaam : Lafazh yang tersusun, yang bermanfaat, yang berbahasa Arab. Arti kata perkata dan penjelasan singkat 1. اللَّفْظُ  = lafazh 2. المُرَكَّبُ adalah maf'ul dari رَكَّبَ - يُرَكِّبُ رَكَّبَ - يُرَكِّبُ artinya menyusun; mengkombinasi Jadi مُرَكَّبٌ  artinya adalah yang disusun; tersusun; gabungan 3. مُفِيْدٌ  adalah fa'il dari أفَادَ - يُفِيْدُ أفَادَ - يُفِيْدُ  artinya bermanfaat; berfaidah Jadi مُفِيْدٌ  artinya adalah yang memberi manfaat; yang memberi faidah 4. وَضْعِ العَرَبِيّ = berbahasa Arab (menggunakan bahasa Arab). Syarah atau penjelasan matan jurumiyyah - Definisi Kalam Kemudian penulis syarah al-mumti' berkata, "penulis matan jurumiyyah rahimahullah memulai dengan definisi kalam disebabkan karena nahwu itu adalah untuk pembentukan kalam" Maka pada kalaam harus berkumpul empat bagian, ...

Mengenal Ibnu Ajurruum - al mumti fii syarhil ajurrumiyyah

Image
Penulis kitab al-mumti' sebelum menjelaskan matan ajurrumiyyah mengenalkan kita terlebih dahulu tentang penulis kitab matan jurumiyyah. Dalam artikel ini, saya hanya sekilas mencatat tentang Ibnu Ajurruum kemudian saya tulis ulang di blog ini. Mengenal Ibnu Ajurruum penulis matan al-ajurruumiyyah Ibnu Ajurruum namanya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud ash-Shinhaajiyy. Beliau adalah yang mempunyai adab, ahli nahwu, dan qaari'. Sebagian pen-syarah menyifati hal-hal di atas di dalam muqaddimahnya seperti al-Makkuudiyy dan ar-Raa'iyy. Banyak juga selain keduanya yaitu imam ahli nahwu yang memuji sifat beliau. Beliau tinggal di kota Faasin di Maghrib. Beliau lahir tahun 672 Hijriah, tahun dimana Ibnu Malik wafat. Beliau wafat tahun 723 Hijriah. Demikianlah sekilas tentang penulis matan al-aajurruumiyyah. Untuk informasi detail beliau dan mengetahui 'ulama siapa saja yang men-syarah matan jurumiyyah silakan lihat pada sumber yang ...

Petunjuk-petunjuk untuk para pengajar nahwu - al mumti fii syarhil ajurrumiyyah

Image
Sebelum mempelajari apa-apa yang terdapat dalam kitab ini, penulis menjelaskan apa-apa yang harus dilakukan oleh pengajar sehingga pelajar yang belajar nahwu khususnya pemula dapat mempelajari nahwu dengan baik. Maksud dari kitab al-mumti fii syarhil aajurruumiyyah adalah mempermudah belajar ilmu nahwu bagi pemula yaitu dengan bertahap dari yang paling mudah ke yang mudah, dari yang mudah menuju ke yang sulit. Cara terbaik dalam pengajaran adalah menjaga kondisi pelajar dengan pengajaran yang sedikit demi sedikit (bertahap). Wajib bagi pengajar melakukan hal di bawah ini: 1. Ikhlas karena Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya. 2. Harus mempersiapkan pengajaran dengan baik sebelum pertemuan. 3. Membuka pelajaran dengan muraaja'ah pelajaran sebelumnya dan menyambungkannya dengan pelajaran baru. 4. Menggunakan sebagian sarana belajar seperti papan tulis, pena berwarna, jika memungkinkan. 5. Membatasi apa-apa yang ada dalam kitab syarah ini, dan tidak m...

Metode Penjelasan dari Penulis - al mumti fii syarhil ajurrumiyyah

Image
Setelah membaca muqaddimah dari Syaikh Muqbil dan juga kata pengantar dari penulis kitab al-Mumti' fii syarhil aajurruumiyyah, maka kita akan membaca penjelasan penulis tentang bagaimana metode beliau dalam menjelaskan matan al-aajurruumiyyah. Di bawah ini metodanya. مَنْهَجُ الشَّرْحِ (metode penjelasan) kitab al-mumti' fii syarhil ajurrumiyyah 1. Pertama-tama aku meninjau kembali sejumlah matan jurumiyyah dan aku melihat matan yang terbaik adalah matan مَجموع مهمّات المتون  dan juga meninjau ulang sejumlah syarah matan jurumiyyah. 2. Aku berusaha mengambil permisalan (contoh-contoh) dan berusaha untuk mengambil permisalan tersebut dari ayat-ayat al-Quran dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam secara umum. Untuk menguatkan penuntut ilmu dengan al-Quran dan sunnah. 3. Dalam mensyarah matan ajurrumiyah, penulis melakukannya secara bertahap dengan penjelasan yang mudah dan jelas. 4. Aku menginformasikan beberapa kesalahan kaidah nahwu yang terkait...

Muqaddimah Penulis kitab al-mumti' - al mumti fii syarhil ajurrumiyyah

Image
Setelah kita mendapatkan poin pelajaran penting dari muqaddimah yang ditulis oleh syaikh Muqbil rahimahullah dalam kitab al-mumti' fii syarhil ajurruumiyyah , sekarang kita akan menuliskan poin poin faidah yang kita dapat dalam muqaddimah penulis kitab ini yaitu syaikh Malik bin salim. Poin-poin yang bisa diambil pelajaran dari muqaddimah penulis kitab Sejarah ilmu nahwu Dahulu, bangsa Arab berbicara dengan bahasa Arab yang fasih (فُصْحَى). Setelah Allah Ta'ala memenangkan Islam, maka Islam tersebar ke berbagai penjuru. Kemudian bercampurlah perkataan (dialek) mereka dengan bahasa Arab. Maka para 'ulama mencatat (membukukan) bahasa arab ini dalam kamus-kamus bahasa Arab, kemudian meletakkan (membukukan) pula pokok-pokok (ushul) bahasa Arab serta kaidah-kaidah bahasa Arab. Ulama melakukan ini adalah dengan niat untuk menjaga kaidah bahasa arab yang fasih dan terjaga dari lahn atau kesalahan-kesalahan. Dan yang terpenting dari ushul dan kaid...

Muqaddimah Syaikh Muqbil - al mumti fii syarhil ajurrumiyyah

Image
Kali ini kita akan memulai pelajaran nahwu, yang diambil dari kitab al-Mumti' fii syarhil aajurruumiyyah (المُمْتِعُ فِيْ شَرْحِ الآجُرُّومِيَّة) Pendahuluan المُمْتِعُ  artinya menyenangkan atau menggembirakan. Dari nama kitabnya, semoga pelajaran ini membuat kita senang mempelajari ilmu nahwu dasar ini. Kitab al-mumti'u fii syarh al-aajurruumiyyah ini diberi kata pengantar oleh Syaikh Muqbil bin Hadii al-Waadi'iyy rahimahullahu Ta'ala. Ada beberapa poin yang dapat kita ambil dari muqaddimah ini, dan inilah catatannya. Poin yang diambil dari muqaddimah 1. Pada zaman ini, banyak penuntut ilmu meremehkan bahasa Arab, adapun jika mereka mempelajarinya, mereka hanya sekedar ingin mendapat syahaadah (sertifikat). 2. Ada sebagian penuntut ilmu (catatan : maksudnya penulis kitab al-mumti') bermaksud untuk membuat syarh (penjelasan) dalam mempelajari bahasa Arab. 3. Penulis buku al-mumti' fii syarhil ajurrumiyyah adalah al-akh al-faadh...

Isim tafdhiil untuk isim yang berasal dari fi'il mudha'af - Pelajaran 26 Durusul Lughah 2

Image
Kita telah membahas tentang isim tafdhil, yaitu isim yang wazannya  أَفْعَلُ  (af'alu). Lihat pelajaran sebelumnya tentang isim tafdhiil : - Pengertian isim tafdhil dan penerapannya  - Wazan isim tafdhiil Sekarang kita akan bahas materi pelajaran isim tafdhiil yang terdapat pada bab ke-26 buku Durusul Lughah jilid 2 ini. Isim tafdhiil untuk isim yang berasal dari fi'il mudha'af Untuk murajaah apa itu fi'il mudha'af silakan baca di sini Contoh fi'il mudha'af - قَلَّ - يَقِلُّ  (qalla - yaqillu), artinya : sedikit; berkurang; mengurangi; merosot Isimnya adalah قَلِيْلٌ (qaliilun), artinya : sedikit - حَبَّ - يَحِبُّ (habba - yahibbu), artinya mencintai; menyukai Isimnya adalah حَبِيبٌ (habiibun), artinya yang dicintai; yang disukai; kekasih - شَدَّ - يَشُدُّ (syadda - yasyuddu), artinya mengokohkan; mengetatkan; menarik kuat; mengeraskan Isimnya adalah شَدِيْدٌ (syadiidun), artinya keras; kuat; sangat; bertenaga; kasa...

Isim tashghiir - Pelajaran 26 Durusul Lughah 2

Image
Setelah mempelajari al-mitsaal al-waw , maka pada pelajaran ke-26 ini kita akan membahas tentang tashghir . Tashghiir (تَصْغِيرٌ) dari segi bahasa 1. تَصْغِيرٌ artinya : pengecilan; pengurangan; penurunan 2. تَصْغِيرٌ adalah mashdar dari صَغَّرَ - يُصَغِّرُ 3. صَغَّرَ - يُصَغِّرُ artinya : mengurangi; memperkecil; mengecilkan; menimimalkan 4. Faa'il nya adalah مُصَغِّرٌ (mushaghghir), artinya : orang yang memperkecil. 5. Maf'ulnya adalah مُصَغَّرٌ (mushaghghar), artinya : yang diperkecil. Tashghiir dalam ilmu sharaf tashghir adalah : زيادة ياء ساكنة بعد ثاني الاسم مع تغيير هيئته لغرض Penambahan ya sukun (يْ) setelah huruf ke dua isim yang bertujuan untuk: - menunjukkan sesuatu itu kecil. - untuk penghinaan. - menunjukkan waktu atau tempat itu dekat. - untuk menunjukkan keakraban Bentuk isim tashghir Bentuk isim tashgir ada tiga, yaitu bentuk untuk isim tsulatsi, isim ruba'i, dan isim khumasi. Dalam pelajaran 26 ini, kita hanya fo...

Fi'il mu'tal | al-mitsaal al-waw - Pelajaran 26 Durusul Lughah 2

Image
Alhamdulillah, kita sampai pada pelajaran ke-26 buku Durusul Lughah jilid 2. Materi pelajaran hari ini adalah tentang fi'il atau kata kerja, utamanya adalah fi'il mu'tal, yaitu al-mitsaal al-waw. Langsung saja kita bahas tentang fi'il mu'tal, namun sebelum itu kita akan bahas dulu pembagian fi'il dalam kaidah bahasa Arab. Penjelasan tentang fi'il dan kaidahnya dalam bahasa Arab 1. Berdasarkan dari penyusunannya, fi'il terbagi menjadi dua yaitu : a. Fi'il mujarrad (فعل المجرّد) b. Fi'il maziid (فعل المزيد) 2. Fi'il mujarrad adalah yang semua huruf penyusunnya asli, ia terbagi lagi menjadi dua, yaitu fi'il tsulaatsii dan fi'il rubaa'i. 3. Sekarang kita fokus pada fi'il tsulaatsii (ثلاثي), yaitu fi'il yang tersusun dari 3 huruf. 4. Fi'il tsulaatsi tersusun dari fa (ف) fi'il, 'ain (ع) fi'il, dan lam (ل) fi'il. Diambil dari فَعَلَ (fa'ala) sebagai salah wazan untuk fi'il...

I'rab Asmaaul Khamsah - Pelajaran 25 Durusul Lughah 2

Image
Materi pelajaran ke-25 selanjutnya adalah tentang salah satu jenis isim yang mu'rab, yaitu الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ  (al-asmaa-u al-khamsatu) alias isim yang lima. Yang akan kita pelajari pada bab ini adalah tanda atau alamat marfuu', manshuub, dan majruur-nya asmaaul khamsah atau isim yang lima ini. Penjelasan asmaaul khamsah (الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ )  Mengapa disebut isim yang lima (asmaul khamsah)?  Disebut demikian karena ada satu kelompok yang terdiri dari lima isim yang sama bentuk perubahannya. Bentuk-bentuk perubahannya inilah yang akan kita pelajari pada bab ini. Apa saja asmaaul khamsah itu? Isim yang lima itu terdiri dari : 1. أَبٌ (abun) : bapak 2. أَخٌ (akhun) : saudara laki-laki 3. حَمٌ (hamun) : ipar 4. فُو (fuu) : mulut 5. ذُو (dzuu) : yang mempunyai Dalam keadaan bagaimana ia disebut asmaa-ul khamsah? Untuk disebut asmaaul khamsah, ada syaratnya yaitu: 1 . Isim-isim tersebut dalam bentuk mufrad (tunggal). Jika li...

Kaana & laa yazaalu - Pelajaran 25 Durusul Lughah 2

Image
Pada pelajaran ke-25 ini, kita akan belajar كَانَ (kaana) dan salah satu أَجَوَاتُ كَانَ  (akhawatu kaana) yaitu لاَ يَزَالُ  (laa yazaalu). Kaidah كَانَ  1. كَانَ adalah : فِعْلٌ مَاضٍ نَاقِصٌ  kaana adalah termasuk fi'il maadhi naaqish Note: untuk murajaah apa itu definisi fi'il naaqish silakan baca di sini : pembagian jenis-jenis fi'il 2. كَانَ (kaana) : يَرْفَعُ الاِسْمَ كَانَ adalah fi'il naaqish yang membuat isim menjadi marfuu' yang dimaksud isim di sini adalah isim kaana. 3. كَانَ (kaana) : يَنْصَبُ الخَبَرَ Selain membuat marfuu' isim, ia juga membuat khabar menjadi manshuub. yang dimaksud khabar di sini adalah khabar kaana. 4. fi'il mudhaari' nya adalah : يَكُونُ (yakuunu). 5. kaana digunakan pada jumlah ismiyyah. Kaidah مَازَالَ (maa zaala) Oleh karena مَازَالَ adalah akhwat kaana (saudaranya kaana), maka kaidahnya sama dengan kaidah كَانَ (kaana). Sedangkan bentuk fi'il mudhaari'nya ada...

Kaidah Angka/Bilangan dalam Bahasa Arab - Pelajaran 24 Durusul Lughah 2

Image
Pelajaran ke-24 kitab Durusul lughah jilid 2 menguraikan kaidah lengkap tentang bilangan. Sebelumnya kita telah mempelajari sebagiannya melalui bab-bab sebelumnya, penulis kitab ini sekarang melalui bab ini akan menjelaskan summary lengkap tentang bilangan. Kaidah bilangan dalam bahasa Arab 1. العَدَدُ = bilangan; angka; nomor Jamak dari عَدَدٌ ('adadun) adalah أَعْدَادٌ (a'daadun). 2. مَعْدُودٌ (ma'duudun) = objek (sesuatu) yang dihitung, berbilang, atau tertentu. مَعْدُودٌ  merupakan isim maf'uul dari عَدَّ - يَعُدُّ ('adda - ya'uddu) yang artinya menghitung; menjumlah; menyebut satu persatu; memperkirakan; mempertimbangkan. Contoh: ثَلاَثَةُ طُلاَّبٍ (tsalaatsatu thullaabin), artinya 3 orang siswa. ثَلاَثَةُ = العَدَدُ  (tsalaatsatu = al-'adad) طُلاَّبٍ = الْمَعْدُودُ (thullaabin = al-ma'duud) 3. Penjelasan tentang bilangan a. العَدَدَانِ   ( ١ & ٢ )  يُوَافِقَانِ الْمَعْدُوْدَ  Bilangan satu dan dua bentu...

Penggunaan laa naafiyah pada fi'il maadhi - Pelajaran 23 Durusul Lughah 2

Image
Kita masih mempelajari bab ke-23 buku Durusul lughah jilid 2. Materi yang kita pelajari adalah penggunaan "neither ... nor ..."  dalam bahasa Arab, yaitu laa naafiyah untuk kata hubung berpasangan  لا (laa)  dan ولا (wa laa) yang digunakan pada fi'il maadhi. Penggunaan kata "tidak" dalam fi'il maadhi Kita sudah bahas tentang penafian pada fi'il pada materi pelajaran sebelumnya, baca lagi pelajaran di bawah untuk murajaah: - Jenis penafian pada fi'il madhi dan fi'il mudhari  - Penggunaan maa (مَا) dalam sebuah kalimat bahasa Arab  Dari penjelasan di atas, kita telah mengetahui bahwa pada penafian pada fi'il maadhi umumnya menggunakan مًا (maa). Penafian menggunakan لا (laa) pada fi'il maadhi Setelah mengetahui bahwa huruf naafi untuk fi'il madhi adalah مَا (maa), maka kita akan mempelajari penggunaan لا (laa) untuk penafian fi'il madhi. Penggunaan لا ini adalah khusus untuk conjunction (kata hubung) n...

Bilangan Puluhan dalam bahasa Arab - Pelajaran 23 Durusul Lughah 2

Image
Mengenai bilangan dalam bahasa Arab saya telah menuliskan penjelasannya di sini . Silakan baca materi pelajaran tersebut untuk murajaah penjelasan lengkap tentang bilangan dalam bahasa Arab. Pada pelajaran ke-23, kita hanya fokus mempelajari bilangan puluhan, seperti dua puluh, tiga puluh, empat puluh, dan seterusnya, yang dalam bahasa Arab dinamakan الْعُقُودُ /al-'uquud). Angka Puluhan dalam Bahasa Arab & Kaidahnya Lihat gambar di bawah, gambar yang bersumber dari buku Durusul Lughah jilid 2 pelajaran ke-23. Di sini saya akan menulis ulang bahasa Arabnya bilangan puluhan di atas. - 20 bahasa Arabnya عِشْرُونَ ('isyruuna). - 30 bahasa Arabnya ثَلاَثُونَ (tsalaatsuuna). - 40 bahasa Arabnya أَرْبَعُوْنَ (arba'uuna). - 50 bahasa Arabnya خَمْسُونَ (khamsuuna). - 60 bahasa Arabnya سِتُّونَ (sittuuna). - 70 bahasa Arabnya سَبْعُونَ (sab'uuna). - 80 bahasa Arabnya ثَمَانُونَ (tsamaanuuna). - 90 bahasa Arabnya تِسْعُونَ (tis'uun...

Tanda marfuu manshuub majruur dari jamak mudzakkar salim - Pelajaran 23 Durusul Lughah 2

Image
Pada pelajaran ke-23 ini, materinya adalah tentang jamak mudzakkar salim (جمع المذكّر السّالم). Kita telah mempelajari jenis jamak yaitu jamak salim dan jamak mukassar (taksir). Lihat pelajaran di bawah ini untuk muraja'ah: - Macam-macam isim jamak - Jamak mudzakkar salim & mu-annats salim - Poin pelajaran 13 buku Durusul lughah jilid 1 Setelah membaca materi di atas, mari kita lanjutkan materi yang akan kita pelajari sekarang. Pengertian jamak mudzakkar salim (جمع المذكّر السّالم) Jamak mudzakkar salim adalah isim  yang lebih dari dua, ditunjukkan oleh huruf akhir isim yaitu huruf wau (واو) dan huruf nun (نون). Cara mengubah isim yang mufrad menjadi bentuk jamak mudzakkar saalim - Isim mufrad : مُدَرِّسٌ (mudarrisun) yang artinya guru. Cara mengubah mudarrisun menjadi bentuk jamak salim adalah menambahkan huruf wau dan nun di akhir kata, sehingga bentuk jamaknya menjadi : مُدَرِّسُوْنَ (mudarrisuuna), yang artinya para guru. I'rab jamak ...