Posts

Showing posts from August, 2021

Wazan Fiil Tsulatsi Mujarrad | 6 Bab | Belajar Sharaf Untuk Pemula

Image
Sobat telah belajar alat menimbang , dan mengetahui tentang fi'il dilihat dari sisi kaidah ilmu sharaf .   Pada pelajaran fi'il jika dilihat dari segi ilmu sharaf di poin kedua , yaitu fi'il dilihat dari penyusunnya, sobat telah mengetahui bahwa dari segi ini, fi'il terbagi menjadi dua yaitu fi'il mujarrad dan fi'il mazid. Sekarang sobat akan mengenal lebih dalam lagi tentang fi'il mujarrad, terutama fi'il tsulatsi mujarrad . Kita akan mengenal 6 bab wazan pada fi'il ini, contoh fi'ilnya, serta contoh kalimatnya. Setelah mempelajari tsulatsi mujarrad, kita akan belajar wazan ruba'i mujarrad, kemudian fi'il mazid sampai habis yang nanti totalnya ada 22 bab.  Lalu, saya akan mengenalkan wazan pada isim.  Dan terakhir, kita akan kupas tentang tashrif istilahi dan tashrif lughawi. Sekali lagi, pada pelajaran ini, kita hanya mengenal wazan, contoh fi'ilnya beserta contoh kalimatnya. Adapun untuk tashrifnya menyusul segera setelah kita meng...

Fi'il ditinjau dari segi kaidah ilmu sharaf | Belajar sharaf untuk pemula

Image
Sebelum masuk ke bab sharaf pada fi'il, hari ini kita belajar tentang fi'il lengkap, maksudnya pembagian fi'il ditinjau dari ilmu sharaf . Setelah sebelumnya sobat belajar apa itu ilmu sharaf dan alat menimbang dan cara menimbang dalam timbangan sharaf , maka sekarang kita akan bahas tentang kata yang ditimbang (dalam hal ini fi'il, isim akan kita pelajari setelah fi'il). Pembagian fi'il ditinjau dari kaidah ilmu sharaf Pembagian fi'il dalam hal ini terbagi menjadi tujuh bagian dan saya akan merinci setiap bagiannya. 1. Fi'il dilihat dari bangunan huruf akhirnya. Dari segi bangunannya, fi'il terbagi menjadi dua, yaitu a. Fi'il shahih (صحيح) Pengertian fi'il shahih : fi'il yang bangunannya tidak terdapat huruf illah (عِلَّة). Jadi fi'il shahih adalah fi'il  yang huruf penyusunnya tidak terdapat huruf illat yaitu huruf alif (ا), waw (و), dan ya (ي). Fi'il shahih terbagi lagi menjadi tiga, yaitu: a1 . fi'il mahmuz (مهموز) : ...

Alat menimbang dan latihan menimbang | Belajar sharaf untuk pemula

Image
Pelajaran ini adalah pendahuluan kedua dari seri belajar ilmu sharaf untuk pemula. Pada pendahuluan pertama belajar ilmu sharaf untuk pemula , kita sudah belajar tentang tingkatan belajar bahasa Arab, pengertian ilmu sharaf atau tashrif, perbedaan ilmu sharaf dengan nahwu, faidah dan manfaat belajar sharaf, perkenalan teori tentang bagaimana cara menimbang dalam timbangan sharaf. Sekarang kita akan membahas lebih dalam tentang alat untuk menimbang dan cara menimbang dalam timbangan sharaf. Kita mulai dengan alat untuk menimbang. Alat untuk menimbang dalam timbangan sharaf Alat yang dipakai untuk menimbang adalah tiga huruf yaitu fa (ف), 'ain (ع), lam (ل). Dalam timbangan sharaf, huruf pertama kata yang ditimbang disebut fa al-kalimah (فَاءُ الْكَلِمَةِ), huruf kedua disebut 'ain al-kalimah (عَيْنُ الْكَلِمَةِ), dan yang ketiga disebut lam al-kalimah (لَامُ الْكَلِمَةِ). Mengapa timbangannya tiga huruf? Untuk dasar menimbang dipakai tiga huruf karena sebagian besar kata dalam ba...

Pendahuluan | Belajar ilmu sharaf untuk pemula

Image
Mari kita belajar ilmu sharaf dari dasar, dimulai dari pengertian ilmu sharaf dan perbedaannya dengan ilmu nahwu, kemudian belajar dari dasar langkah menimbang suatu kata dengan timbangannya. Ilmu sharaf biasa juga dikenal dengan ilmu tashrif .  Jadi jika ada guru yang menyebut belajar tashrif, maka sama juga maknanya dengan belajar sharaf. Ilmu bahasa kurang lebih ada dua belas ilmu dan salah satunya adalah ilmu sharaf. Sebagaimana ilmu nahwu, ilmu sharaf atau tashrif perlu dipelajari jika sobat ingin membaca kitab gundul bahasa Arab para 'ulama dan memahaminya, ingin lancar membaca dan memahami al-Quran dan hadits nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan ingin mengerti perkataan yang diucapkan oleh orang Arab. Tingkatan belajar bahasa Arab Idealnya, pertama kali yang harus kita pelajari adalah ashwat atau suara dari setiap huruf. Alhamdulillah tahapan ini sudah kita pelajari sewaktu TPA dahulu yaitu mempelajari makhraj atau tempat keluarnya huruf  ketika kita belajar ilmu taj...

At-tashgiir | wazan dan contohnya | Durusul lughah 3 - Pelajaran 15

Image
Pada buku durusul lughah jilid kedua bab ke-26, kita telah mempelajari isim tashghir (التّصغير). Namun pada pelajaran tersebut, kita hanya membahas satu wazan, isim tashghir yang berwazan فُعَيْلٌ . Sobat dapat membaca kembali beberapa makna isim tashghir pada pelajaran tersebut. Pada pelajaran ini, kita akan membahas dua wazan isim tashghir lagi, sehingga total wazan isim tashghiir menjadi tiga. Isim tashghiir | Wazan dan contohnya Wazan isim tashgir dibedakan dari jumlah huruf penyusun isim, yaitu isim yang terdiri dari tiga kata, empat kata, dan lima kata. Berikut adalah wazannya. 1. فُعَيْلٌ  Wazan ini adalah untuk isim yang terdiri dari tiga huruf.  Contoh: - قَلَمٌ : pena. قَلَمٌ terdiri dari tiga huruf. fa  (ف) kalimah nya : ق ain (ع) kalimah nya : ل lam (ل) kalimah nya : م Di dalam فُعَيْلٌ , huruf ya (ي) adalah tambahan disebut juga ya tashghir. Sehingga bentuk pengecilan (tashghir)nya adalah قُلَيْمٌ (qulaimun) yang maknanya pena yang kecil.  - عَبْدٌ = se...

Isim fi'il هَا - Durusul Lughah 3 - Pelajaran 15

Image
Mari kita lanjutkan pelajaran pada bab ke-15 kitab Durusul lughah jilid ke-3 ini. Kali ini kita akan membahas tentang salah satu ( اسم الفعل ) isim fi'il, yaitu هَا (haa). Saya telah membahas salah satu isim fi'il yang bermakna kata kerja bentuk perintah atau disebut isim fi'il amr pada pelajaran terdahulu. Saya merekomendasikan sobat untuk membaca kembali agar memperkuat pemahaman materi hari ini. Silakan baca di link berikut ini: isim fi'il amr ilaikum yang bermakna ambillah asma-ul af'aal dan contoh kalimatnya  Mari kita kembali ke bahasan hari ini, yaitu salah satu isim fi'il amr (isim yang bermakna kata kerja perintah), yaitu هَا  Penjelasan isim fi'il هَا Perhatikan gambar di bawah, terutama contoh kalimat yang digarisbawahi warna kuning. هَاؤُمْ إِعْلاَنًا (dengarkanlah pengumuman atau perhatikanlah pengumuman) هَا pada kalimat di atas adalah isim fi'il yang bermakna خُذْ  Maksudnya adalah ia bermakna fi'il amr خُذْ yang artinya ambillah, ter...

Dua makna hatta - Kaidah & Contoh Kalimat - Durusul Lughah 3 - Pelajaran 15

Image
Kita sering mendengar kata حَتَّى (hattaa). Saya juga telah menjelaskan tentang hatta ini pada pelajaran huruf jar / preposisi dalam bahasa Arab . Pada pelajaran di atas, kita telah paham bahwa isim setelah حَتَّى dalam kondisi majrur, contohnya :  نِمْتُ حَتَّى الصُّبْحِ (Saya tidur sampai subuh). Nah, pada pelajaran ke-15 buku Durusul lughah jilid 3 ini, kita akan mempelajari dua makna حَتَّى , kaidahnya (hukum fi'il setelah حَتَّى ), dan contoh kalimatnya. Dua Makna حَتَّى  Makna pertama Perhatikan kalimat pertama pada gambar. مَنْ جَاءَ مُتَأَخِّرًا فَلاَ يَدْخُلُ حَتَّى يَسْتَأْذِنَ  Artinya : Barangsiapa yang datang terlambat, janganlah ia masuk sampai ia meminta izin. Makna hatta dari kalimat di atas dapat kita ketahui dari keseluruhan konteks kalimat.  Dari konteks kalimat, maka حَتَّى  dalam kalimat di atas bermakna إِلَى  Dalam bahasa Indonesia, arti harfiahnya : sampai, hingga, dan yang semisalnya. Makna kedua Perhatikan kalimat kedua (yang digar...